Latest Entries »

Salam Redaksi

 

*Kemuliaan shalat*

Rasulullah SAW. Brsabda:”Barang siapa yg menjaga sholat,niscaya dmuliakan oleh Allah dgn 5 kemuliaan:

1. Allah menghilanngkn kesempitan hdupnya

2. Allah hilangkan siksa kubur dirinya

3. Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanannya

4. Ia akan melewati jembatan bagaikn kilat

5. Akn msuk surga tanpa hisab.

 

Sahabat,mari kita jaga sholat kita.

 

Harap dalam sesal

Temaram senja di bibir malam

Angkasa keangkuhan dalam jiwa yang kelam

Nyanyian sang pemilik lautan kesalahan

Gemuruh insan  yang kian lalai

 

Ingkar dalam lisan penuhi karatan kalbu

Salah dan khilaf hiasi sejuta laku

Daratan hati yang kusam  penuh debu

Akankah ada secercah cahaya dalam hidupku

 

Luapan emosi kadang tak terbelenggu

Acuh kadang tak henti menyeru

Masih adakah pelabuhan cinta-Nya

Sang pemilik jiwa  manusia

 

Usia kian menyapa batasnya

Jangkauan  waktu kian sempit adanya

Untaian taubat berharap terjaga

Dalam buih-buih dosa yang tak terhingga

Ku berharap merengkuh ampunannya

Untuk menggapai singgasana bahagia

Semua orang menginginkan hal terbaik,tetapi sayangnya tidak semua orang mau mengusahakan kebaikan untuk hidupnya, terlebih lagi untuk kehidupan setelah kematiannya…
Maka dengar dan renungkanlah tentang hal-hal terbaik itu….

“Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.”

(Sayyidina Umar Bin Khattab)

Group Fb   : Ksi ulul albab pend.Matematika

Blog          : Ksiululalbab.wordpress.com

Mari mengusahakan, menebarkan, dan mensyiarkan kebaikan 🙂

KSI in Action :)

@ pulau pinus

Dewan Penasihat Organisasi :

Sigit Nur Hadi (2009)

Syahdam Husain (2009)

Desy Dwi Mayasari (2009)

Rina Irliyani (2009)

Ketua Umum          : Mauladika Wardana (2009)

Sekretaris 1             : Hasunnudin (2010)

Sekretaris 2             : Aisyah (2010)

Bendahara Umum : Mentari (2010)

Divisi Kaderisasi

Ketua Divisi            : M. Alfiannoor  Rizki (2011)

Staf Ahli                   : Kurnia (2010)

Sekretaris                : Azmi Kafa Bih (2011)

Bendahara              : Melyatun Saudati (2011)

Anggota                  : Agung Handoko (2011)

Anggota                  : M. Salehuddin Fajri (2011)

Divisi Pendidikan

Ketua Divisi           : Firdaus Rachman (2011)

Staf Ahli                  : Mastawiyah (2010)

Sekretaris               : Rospala Hanisah Yukti Sari (2011)

Bendahara              : Soraya Djamilah (2011)

Anggota                   : Ahmad Alfan(2011)

Anggota                   : Muhammad Budi (2011)

Anggota                   : Muhammad Suriyadi (2010)

Divisi Syiar dan Opini

Ketua Divisi           : Maisyarah (2010)

Sekretaris               : Nadia Bachsin (2011)

Bendahara              : Ratih Maryanti (2011)

Anggota                   : Mirza Gunawan Ahmad (2010)

Anggota                   : Mahyudi Noor (2011)

Anggota                   : Maulana As’ari (2011)

Anggota                   : Asyari (2011)

Divisi Ekonomi

Ketua Divisi           : Nor Hamna (2010)

Sekretaris               : Eka Winarni (2011)

Anggota                  : Yupie Afriamin (2009)

Anggota                  : Wiwin Hidayat (2011)

Anggota                  : Abdul Hadi Aditya (2011)

Anggota                  : Thaib (2011)

Divisi Kemuslimahan

Ketua Divisi          : Irma (2010)

Sekretaris              : Novita Sari (2010)

Bendahara             : Veggy Miftahrul Ilham (2011)

Anggota                 : Eef Asiskawati (2011)

Anggota                 : Umi Nadhiroh (2011)

Salam Redaksi

Assalamualaikum wr.wb

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Hanya pada-Nya lah jiwa ini bergantung, dan hanya pada-Nya lah diri ini berharap.

Shalawat dan salam semoga tak henti tercurah untuk kekasih-Nya, Rasulullah Muhammad Saw, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang mengikutinya.

Sobat KSI, Alhamdulillah kembali lagi kami hadir menyapa kalian ditengah2 musim ujian (hhehe ..)

Semoga tak pernah ada kata bosan, karena sudah sepantasnya kita saling menasihati dalam kebaikan hingga kita semua akan menjadi hamba yang lebih baik, melalui keimanan dan ketakwaan yang semakin bertambah dari waktu ke waktu, lalu nantinya akan berkumpul di jannah-Nya, amiinn..

Sobat, karena momen kali ini adalah hari ibu maka dengan menjunjung keagungannya, mari kita bicara tentang sosok manusia paling mulia, “IBU”…

Untuk kalian yang mencintai ibu, “ Sudahkah Hari ini Anda tersenyum Untuknya ???”

SUDAHKAH HARI INI ANDA TERSENYUM UNTUKNYA ????

Bismillah…

Segala puji bagi allah yang dengan nikmat-Nya, segala kebaikan terwujud. Shalawat serta salam bagi utusan pembawa rahmat ke semesta alam, serta bagi keluarga dan para sahabatnya.

“ Surga berada di bawah telapak kaki ibu…”

Dulu sewaktu kecil, saya sering menanyakan kalimat itu kepada ibu . Berkali-kali juga saya perhatikan telapak kaki manusia paling mulia itu, namun tak pernah saya lihat surga di bawah telapak kakinya seperti apa yang sering saya dengar.

Seiring waktu berlalu, kini saya mengerti, bukan surga yang berada di sana, tapi yang lebih tepatnya, ibulah sosok manusia yang mampu membuat kita mendapatkan surga allah swt, karena sungguh Ridho allah swt ada beserta ridho ibu, dan sebaliknya kemarahan ibu tak lain akan mengundang Murka allah swt (naudzubillah…)

Kawan, pernahkah engkau merenung tentang ibumu ??

Pernahkah sejenak saja kau pandangi wajah yang mulai berkerut itu ???

Akankah kau lihat gurat kelelahan yang amat sangat di wajahnya ???

Atau bahkan, pernahkah kau luangkan waktumu untuk sekedar berbicara padanya di sela-sela kesibukanmu itu ???

Mungkin sekarang kita berpikir bahwa kita adalah anak yang sudah dewasa, yang sudah bisa membedakan dan memilih hal terbaik untuk hidup kita. Namun lupakah kau kawan, dulu semasa kita bukanlah siapa-siapa, ibu yang selalu mengajarkan kita bicara, ibu yang tak pernah lelah menyuapi makanan kepada kita, Ia yang rela melepaskan suapan nasinya hanya karena mendengar kita menangis, ia yang rela tak tidur sepanjang malam di saat kita sakit, dan dialah manusia satu-satunya yang tidak rela melihat kita disakiti, meski hanya karena gigitan seekor nyamuk yang kecil…

Sekarang, pantaskah kau tinggikan suaramu di depannya ?? pantaskah kau bilang “tidak” terhadap perintahnya ??

Lupakah kau akan firman tuhanmu, “…maka sekali-kalijanganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “ Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS.17:23-24)

Sapalah Ia dengan kelembutan, ciumlah tangannya dengan kasih sayang, turutilah keinginannya selama itu bukan untuk maksiat kepada allah swt.

Maka kau akan dapati Ridho allah bersama Ridho ibumu.

Jika hal itu sudah kau kantongi, sesulit apapun yang kau hadapi, serumit apapun yang kau liku-liku hidup yang akan kau tempuh, atas izin allah swt kau akan selalu mendapatkan kemudahan sesudahnya. Tersenyumlah untuk ibu kita yang mungkin sudah lama meneteskan air mata karena perilaku kita selama ini, Raihlah Ridhonya dan Selamat menyongsong tahap-tahap keberhasilan di dalam hidupmu !!!

PUISI :

TITIPAN TERKASIH

Tuhan… aku ingin kau tahu bahwa aku teramat menyayanginya,

Meski terlalu sering ucap dan laku mengoyak hatinya

Aku mengerti dan sungguh menyadari

Dialah manusia yang paling terluka saat mata ini basah oleh air mata

Dialah yang jiwanya gelisah saat tubuh ini lemah oleh rasa sakit

Mulutnya lah yang kian menebar doa di setiap langkah ini.

 

Tuhan… kini baru aku sadar

Setelah senyum itu pupus oleh waktu

Saat sapanya tak lagi terdengar

Teguran yang dulu bahkan selalu ku abaikan

Titah yang terlalu sering ku lupakan

Kini aku terlalu merindukannya…

 

Bunda…

Izinkan ku berlutut di depanmu

Mengakui betapa mulianya engkau

Meski hanya melalui sejenak tiduriu

Ku ingin kau disisiku, indah sebentuk titipan terkasih…

 

 HADIST & TOKOH :

‘Ibu para Syuhada, ‘AL KHANSA’

Al-Khansa terkenal dengan gelaran; lbu para syuhada. Al-Khansa dilahirkan pada zaman jahiliyah dan tumbuh besar di tengah suku bangsa Arab yang mulia, yaitu Bani Mudhar. Sehingga banyak sifat mulia yang terdapat dalam diri Al-Khansa. Beliau adalah seorang yang fasih, mulia, murah hati, tenang, berani, tegas, tidak kenal pura-pura, suka berterus terang. Dan selain keutamaan itu, beliau pun pandai bersyair. Beliau terkenal dengan syair-syairnya yang berisi kenangan kepada orang-orang yang dikasihinya yang telah tiada mendahului ke alam baka. Terutama kepada kedua saudara lelakinya, yaitu Mu’awiyah dan Sakhr yang telah meninggal dunia.
Diriwayatkan bahwa ketika Adi bin Hatim dan saudarinya, Safanah binti Hatim datang ke Madinah dan menghadap Rasulullah SAW, maka berkata, “Ya Rasulullah, dalam golongan kami ada orang yang paling pandai dalam bersyair dan orang yang paling pemurah hati, dan orang yang paling pandai berkuda.” Rasuluilah SAW bersabda, ‘Siapakah mereka itu. Sebutkanlah namanya.’ Adi menjawab, ‘Adapun yang paling pandai bersyair adalah Umru’ul Qais bin Hujr, dan orang yang paling pemurah hati adalah Hatim Ath-Tha’i, ayahku. Dan yang paling pandai berkuda adalah Amru bin Ma’dikariba.’ Rasuluilah SAW menukas, “Apa yang telah engkau katakan itu salah, wahai Adi. Orang yang paling pandai bersyair adalah Al-Khansa binti Amru, dan orang yang paling murah hati adalah Muhammad Rasulullah, dan orang yang paling pandai berkuda adalah Ali bin Abi Thaiib.’ Jarir ra. pernah ditanya, Siapakah yang paling pandai bersyair? Jarir ra. menjawab, ‘Kalau tidak ada Al-Khansa tentu aku.’ Al-Khansa sangat sering bersyair tentang kedua saudaranya, sehingga hal itu pernah ditegur olah Umar bin Khattab ra. Umar ra. pernah bertanya kepada Khansa, ‘Mengapa matamu bengkak-bengkak?’ Khansa menjawab, ‘Karena aku terlalu banyak menangis atas pejuang-pejuang Mudhar yang terdahulu.” Umar berkata, ‘Wahai Khansa, Mereka semua ahli neraka.’ Sahut Khansa, ‘Justru itulah yang membuat aku lebih kecewa dan sedih lagi. Dahulu aku menangisi Sakhr atas kehidupannya, sekarang aku menangisinya karena ia adalah ahli neraka.’
Al-Khansa menikah dengan Rawahah bin Abdul Aziz As Sulami. Dari pernikahan itu ia mendapatkan empat orang anak lelaki. Dan melalui pembinaan dan pendidikan tangan-tangannya, keempat anak lelakinya ini telah menjadi pahlawan-pahlawan Islam yang terkenal. Dan Khansa sendiri terkenal sebagai ibu dari para syuhada. Hal itu disebabkan dorongannya terhadap keempat anak lelakinya yang telah gugur syahid di medan Qadisiyah. Sebelum peperangan bermula, terjadilah perdebatan yang sengit di rumah Al-Khansa. Di antara keempat putranya telah terjadi perebutan kesempatan mengenai siapakah yang akan ikut berperang melawan tentara Persia, dan siapakah yang harus tinggal di rumah bersama ibunda mereka. Keempatnya saling tunjuk menunjuk kepada yang lainnya untuk tinggal di rumah. Masing-masing ingin turut berjuang melawan musuh fi sabilillah. Rupanya, pertengkaran mereka itu telah terdengar oleh ibunda mereka, Al-Khansa. Maka Al-Khansa telah mengumpulkan keempat anaknya, dan berkata, ‘Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan. Kalian telah berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalian ini putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama. Tidak pantas bagiku untuk mengkhianati bapamu, atau membuat malu pamanmu, atau mencoreng arang di kening keluargamu.Jika kalian telah melihat perang, singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah, majulah paling depan nescaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat. Negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah. lnilah kebenaran sejati, maka untuk itu berperanglah dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut niscaya dianugrahi hidup.’
Pemuda-pemuda itupun keluar menuju medan perang. Mereka berjuang mati-matian melawan musuh, sehingga banyak musuh yang terbunuh di tangan mereka. Akhirnya nyawa mereka sendirilah yang tercabut dari tubuh-tubuh mereka. Ketika ibunda mereka, Al-Khansa, mendengar kematian anak-anaknya dan kesyahidan semuanya, sedikit pun ia tidak merasa sedih dan kaget. Bahkan ia telah berkata, ‘Alhamdulillah yang telah memuliakanku dengan syahidnya putra-putraku. Semoga Allah segera memanggiiku dan berkenan mempertemukan aku dengan putra-putraku dalam naungan Rahmat-Nya yang kokoh di surgaNya yang luas.’ Al-Khansa telah meninggal dunia pada masa permulaan kekhalifahan Utsman bin Affan ra., yaitu pada tahun ke-24 Hijriyah.
 (Wanita-wanita Sahabiyah)                                                                                                                                      Sumber : http://syaheerah.multiply.com

HADIST

Seorang sahabat bertanya,

 “Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?”

 Nabi Saw menjawab, “ibumu…ibumu…ibumu, kemudian ayahmu dan

kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu.”

(Mutafaq’alaih).

Termasuk dosa besar seorang yang mencaci-maki ibu-bapaknya. Mereka bertanya,

 “Bagaimana (mungkin) seorang yang mencaci-maki ayah dan ibunya sendiri?”

Nabi Saw menjawab, “Dia mencaci-maki ayah orang lain lalu orang itu (membalas)

mencaci-maki ayahnya dan dia mencaci-maki ibu orang lain

lalu orang lain itupun (membalas) mencaci-maki ibunya.  

(Mutafaq’alaih)

Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan

 murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)

Jangan mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu.

 Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka dia kafir.  (HR. Muslim)

 Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Al anbiyaa’ 107). Islam adalah Rahmatan lil’alamin, rahmat untuk semesta alam. Allah mengutus Rasulullah menjadi Rasul untuk membebaskan umat dari zaman jahiliyyah pada masa itu. Islam terus menyebar dan berkembang sampai ke pelosok dunia, hingga saat ini nikmat iman dan islam bisa kita rasakan. Alhamdulillah . nah,, agar rahmat Islam semakin tersebar dan syiar Islam terus melebar, maka kaka-kaka angkatan kita di prodi. pendidikan matematika 10 tahun yang lalu mendirikan Ksi Ulul Albab. Subhanallah.. . Seperti yang di kutip dalam profil KSI, Beranjak dari kesadaran akan kewajiban syiar dan da’wah Islam bagi setiap individu muslim serta melihat fakta bahwa alokasi waktu mata kuliah Agama Islam di FKIP yang hanya 3 SKS selama masa perkuliahan, maka hanya dengan mengharap Mardhotillah dibentuklah Kelompok Studi Islam (KSI) Ulul Albab Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam di Banjarmasin pada tahun 2002. KSI Ulul Albab mempunyai identitas sebagai wadah pembinaan kepada mahasiswa muslim yang mempunyai ghirah (semangat) keIslaman untuk bersama-sama menyatukan gerak dan langkah dalam menggali, memperjuangkan dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam agar sesuai dengan tuntutan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai hukum tertinggi. LUAR BIASA YA.. Selama 10 tahun, dari tahun 2002 sampai sekarang, KSI telah melaksanakan Musyawarah Besar sebanyak enam kali. KSI juga telah memiliki 10 orang pemimpin yang luar biasa, siapakah mereka?? Kepengurusan pertama (2002) yang juga merupakan dewan pendiri KSI, Akhi Hafizudin, kemudian kepengurusan kedua (2003) dan ketiga (2004) Akhi Yusma Haspiyanor, kepengurusan keempat (2005) Akhi Andika Adikrisna, kepengurusan kelima (2006) ukhti Noor Ainah, kepengurusan keenam (2007) akhi Aminuddin, kepengurusan ketujuh (2008) Akhi Ahmad Alhaitami, kepengurusan kedelapan (2009) Akhi Ahmad Zaidi, Kepengurusan kesembilan (2010) Akhi Ahmad Rifani, kepengurusan kesepuluh (2011) Akhi Sigit Nurhadi. Bersama mereka, juga tentu saja ada pengurus yang tangguh yang berjuang bersama-sama. Apa aja sich kegiatan-kegiatan KSI? Di tahun-tahun awal berdirinya KSI mengadakan mentoring agama Islam, Bedah Buku dan Outbond. Kemudian kegiatan KSI terangkum dalam program kerja setiap divisinya

1. Divisi kaderisasi tempat sobat-sobat mengasah jiwa kepemimpinannya, karena kita bisa belajar manajemen keanggotaan & pegelolaan organisasi. Prokernya Pelatihan kader 1 & 2, KanTin (Kajian Rutin) setiap pekan, Silaturahim, Rekreasi bersama dll.

2. Divisi pendidikan mengadakan bimbingan belajar, nyediain bank Soal & ngadain belajar kelompok. Agar kita tak hanya Oke agamanya, tapi juga mantap kuliahnya. Selain itu, ada juga pelatihan toefl, bakti sosial (bersih-bersih PMIPA) dll.

3. Divisi Syiar Opini prokernya yaitu Mading, Pamflet sampai Buletin yang ada di tangan kalian ini sobat2 dari Syiop yang membuatnya. Selain itu Syiop juga ngadain PRISMA (Pekan Religi dan Seni Mahasiswa) 2010 & 2012 & Training/spiritual journey..

4. Divisi Ekonomi Buat sobat2 yang mau mengasah jiwa entrepreneurnya dengan berwirausaha, ngadain Bazar pas kegiatan KSI disinilah tempatnya. Kita tidak hanya sekedar berwirausaha, tapi juga beramal untuk memperlancar jalannya roda organisasi kita.

5. Divisi Kemuslimahan Di sini nih tempat khusus cewek. Para muslimah bisa tahu lebih banyak tentang kemuslimahan, belajar public speaking, mengasah keterampilan memasak dalam cooking class dll.

Walaupun semua proker tersebut terbagi-bagi dalam setiap divisi tapi setiap kegiatan semua anggota KSI secara bersama mengerjakannya.

KSI ULUL ALBAB bisa bertahan sampai 10 tahun ini karena keistiqomahan seluruh pengurus dalam menyiarkan Islam sampai saat ini meskipun banyak halangan dan rintangan yang dihadapi. Syukron katsir dan jazakumullah untuk kaka pendiri yang telah mengawali perjuangan, semoga tetap semangat untuk ikhwafillah yang sedang menjalankan perjuangan ini dan selamat datang untuk adik-adik yang akan menuruskan perjuangan KSI Ulul Albab untuk menebarkan Islam Rahmatan lil’alamin. Semoga tak hanya 1 dasawarsa, tapi juga selamanya. Kepada semua pejuang yang telah mencatatkan nama dalam sejarah perjalanan perjuangan ini tetap istiqomah ya dan semoga tak berakhir sampai di sini.

Tahun Baru Hijriyah

Sobat..

kita buka lembaran baru di tahun yang baru..

perbarui niat..

tingkatkan lagi semangat..

maju terus pantang mundur..

Selamat Tahun Baru Hijriyah..🙂

Semoga dakwah KSI dapat terus meningkat dari tahun ke tahun..

Tak’ akan ada orang yang tidak setuju bahwa cinta itu memerlukan pengorbanan..

Inilah yang telah dibuktikan sendiri oleh Bilal bin Rabah, Muazin Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. kisah menarik tentang sebuah perjuangan mempertahankan aqidah. Sebuah pengorbanan demi kecintaannya pada sang Robbul izzati.

Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.

Kala itu, merupakan ujian keimanan sang muazzin. Kaum Quraisy ingin menjadikan penyiksaan atas orang-orang muslim sebagai contoh dan pelajaran bagi setiap orang yang ingin mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

Ketika matahari tepat di atas ubun-ubun dan padang pasir Mekah berubah menjadi perapian yang begitu menyengat, orang-orang Quraisy itu mulai membuka pakaian orang-orang Islam yang tertindas itu, lalu memakaikan baju besi pada mereka dan membiarkan mereka terbakar oleh sengatan matahari yang terasa semakin terik. Tidak cukup sampai di sana, orang-orang Quraisy itu mencambuk tubuh mereka sambil memaksa mereka mencaci maki Muhammad.

Adakalanya, saat siksaan terasa begitu berat dan kekuatan tubuh orang-orang Islam yang tertindas itu semakin lemah untuk menahannya, mereka mengikuti kemauan orang-orang Quraisy yang menyiksa mereka secara lahir, sementara hatinya tetap pasrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kecuali Bilal, semoga Allah meridhainya. Baginya, penderitaan itu masih terasa terlalu ringan jika dibandingkan dengan kecintaannya kepada Allah dan perjuangan di jalan-Nya.

Orang Quraisy yang paling banyak menyiksa Bilal adalah Umayyah bin Khalaf bersama para algojonya. Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad … (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ….“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad….”

Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan ‘Uzza, tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, “Ikutilah yang kami katakan!”

Bilal menjawab, “Lidahku tidak bisa mengatakannya.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras.

Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa, Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah Mekah. Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad…, Ahad…, Ahad…, Ahad….” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.

Suatu ketika, Abu Bakar Rodhiallahu ‘anhu mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas.

Seusai transaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, “Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya.”

Abu Bakar membalas, “Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya.”

Ketika Abu Bakar memberi tahu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar, “Kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar.”

Ash-Shiddiq Rodhiallahu ‘anhu menjawab, “Aku telah memerdekakannya, wahai Rasulullah.”

Tips Agar Ikhlas tertanam dalam hati, untuk sobat jadikan motivasi :

  1. Selalu ingat kepada Allah, hingga tidak luput dari hatimu walau sekejap mata.
  2. Selalu basahi bibirmu dengan menyebut nama Nya yang suci.
  3.  Selalu melihat orang yang lebih susah agar kita tambah bersyukur.
  4. Anggap remehlah semua kebaikan yang kita lakukan.
     (Orang yang celaka adalah orang yang tertipu dengan kebaikan yang ia lakukan     dan ia membangga-banggakanya.)
  5.  Berusaha menutupi amal shaleh yang di perbuat.
  6. Lihatlah amal orang yang lebih banyak dari kita, agar dapat menambah motivasi untuk menambah amal.
  7. Menyadari Bahwa Manusia Bukanlah Pemilik Surga dan Neraka.
  8. Takut Akan Tidak Diterimanya Amal.
  9. Perbanyak Doa.

Karena hati kita ada ditangan Allah, maka mintalah agar kita selalu ikhlas.
Doa yang sering dibaca Umar RA:
“Allahumma ij’al ’amaly kulluhu kholishon laka wala taj’al fihi li awadin siwaka”.
(Ya Allah jadikanlah amalku seluruhnya ikhlas buatMu dan jangan Kau biarkan ada diantaranya untuk selain Mu.)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.